Showing posts with label Biologi. Show all posts
Showing posts with label Biologi. Show all posts

Rahasia Panggilan Keras Gajah Terungkap

Panggilan gajah bisa terdengar sampai jarak 10 km. Kini, para peneliti telah menemukan untuk pertama kalinya bagaimana hewan besar ini bisa menghasilkan suara seperti itu.

Ternyata caranya sama dengan bagaimana manusia berbicara, mendorong air dari pita suara mereka sampai bergetar. Meski begitu, gajah bisa mencapai nada yang lebih rendah dari manusia karena pitara suara mereka delapan kali lebih panjang.

"Suara yang dihasilkan gajah itu seperti kibor piano," kata peneliti studi ini Christian Herbst, ilmuwan suara di Universitas vienna, Austria. Bahkan, dengan frekuensi kurang dari 20 hertz, komponen utama panggilan dalam ini tidak akan terdengar oleh telinga manusia.

Sampai sekarang peneliti tidak mengetahui bagaimana gajah bisa menghasilkan suara dalam. Bahkan sangat sulit untuk mempelajari produksi suara pada hewan, kata Herbst pada LiveScience. Pada manusia, peneliti bisa memasukkan kamera ke tenggorokan ke larynx atau kotak suara sementara seseorang membuat suara-suara berbeda. Tentu saja sulit untuk memasukkan kamera ke tenggorokan hewan.

Ada dua cara untuk menghasilkan getaran pada pita suara. Yang pertama adalah kontraksi otot secara aktif. Dengan metode ini, aktivitas di otot tenggorokan akan secara aktif berkontraksi untuk menggetarkan pita suara. Contohnya, saat kucing menggeram rendah.

Metode lain menghasilkan suara adalah myoelastic-aerodynamic (MEAD). Mode ini menggunakan paru-paru untuk menggetarkan pita suara. Contohnya saat manusia berbicara atau menyanyi.

Dari hasil penelitian Herbst dan koleganya, mereka dapat mengetahui metode mana yang digunakan gajah melalui larynx gajah yang sudah mati di kebun binatang Berlin. Para peneliti memasukkan tuba ke larynx ini dan memasukkan udara hangat lembap untuk menirukan napas. Jika metode ini menghasilkan getaran yang cocok dengan panggilan frekuensi rendah gajah hidup, maka argumennya adalah gajah menggunakan metode suara MEAD. Jika getarannya tak cocok maka suaranya berasal dari metode 'menggeram'.

Ternyata hasilnya sesuai dengan metode MEAD, kata para peneliti di jurnal Science edisi 3 Agustus. Meski tidak menutup kemungkinan terjadinya metode 'menggeram', tapi metode MEAD dipercaya lebih sebagai penyebab terjadinya panggilan gajah ini.

"Yang keren buat saya adalah alam ternyata memiliki sistem yang sama bagi mamalia dari yang sangat sangat besar--sehingga kita kini punya bukti akan sistem suara mamalia darat terbesar--sampai yang sangat sangat kecil seperti kelelawar kecil," kata Herbst.

Skala frekuensi itu juga cukup mengagumkan, dari gajah yang kurang dari 20 hertz sampai kelelawar yang bisa mendecit sampai frekuensi 110 ribu hertz. Pita suara manusia sementara bisa memproduksi suara antara 50-7000 hertz, dan suara normal berada antara 300-3400 hertz.

"Sangat mengagumkan apa yang kita, manusia, bisa lakukan dengan sistem ini," kata Herbst. Jika dibandingkan dengan sistem anatomi hewan yang berbeda, maka peneliti bisa memahami bagaimana suara bisa berevolusi.

"Ada variasi di anatomi laryngeal, dan biasanya, alam memiliki alasan yang tepat untuk menjawab kenapa variasi-variasi itu ada."

Sumber : http://id.berita.yahoo.com/rahasia-panggilan-keras-gajah-terungkap.html

Memahami Hasil Tes Urin

Air seni atau urin berisi berbagai zat limbah yang dikeluarkan dari tubuh. Namun, selain membuang limbah, urin juga berisi informasi mengenai apa yang terjadi di tubuh Anda. Urin yang mengandung glukosa, terlalu banyak protein, atau zat lainnya dapat menjadi pertanda masalah kesehatan. Urin dapat dievaluasi dari penampilan fisiknya, kandungan zat kimia dan zat mikroskopik di dalamnya. Sedemikian banyak informasi yang dapat kita peroleh dari urin sehingga ada lebih dari 100 tes yang berbeda dapat dilakukan pada urin.'Storage of urine (different pH values, 22.07.2010)' photo (c) 2010, SuSanA Secretariat - license: http://creativecommons.org/licenses/by/2.0/
Tes urin digunakan secara luas untuk skrining, diagnosis dan memantau efektivitas pengobatan. Tes urin rutin dapat dilakukan ketika Anda dirawat di rumah sakit atau menjadi bagian dari medical checkup, uji kehamilan atau persiapan operasi.

Penampilan fisik urin

Penampilan fisik urin bisa dilihat dengan pemeriksaan visual. Selama pemeriksaan visual, dokter atau staf laboratorium dapat mengamati warna, kejernihan dan baunya yang akan dikonfirmasi dengan pemeriksaan kimia dan mikroskopis. Penampilan fisik urin yang dapat dilihat dengan observasi langsung adalah:
  1. Warna. Warna urin dapat bervariasi dari bening kekuningan sampai gelap kecoklatan. Banyak hal yang berpengaruh pada warna urin, termasuk banyaknya cairan yang Anda minum, jenis makanan yang Anda makan, obat-obatan yang Anda ambil dan penyakit tertentu yang Anda miliki. Bila Anda kurang minum, warna urin cenderung gelap. Dehidrasi dan demam juga menyebabkan urin lebih pekat sehingga berwarna lebih gelap. Bila Anda memakan bit merah, warna urin Anda akan kemerahan karena pigmen bit yang dikeluarkan. Suplemen vitamin B dapat membuat urin berwarna kuning cerah. Obat-obatan dan darah dapat membuat urin berwarna merah kecoklatan.
  2. Kejernihan. Urin biasanya jernih. Banyak zat yang dapat menyebabkan urin menjadi keruh. Zat yang menyebabkan kekeruhan namun dianggap normal adalah lendir, sperma dan cairan prostat, sel-sel kulit, kristal urin normal, dan kontaminan seperti salep dan bedak. Zat lain yang bisa membuat urin keruh dan mengindikasikan penyakit adalah sel darah merah, sel darah putih atau bakteri.
  3. Bau. Urin berbau sedikit pesing yang khas. Beberapa penyakit menyebabkan perubahan bau urin, misalnya infeksi bakteri E. coli menyebabkan bau tidak sedap dan diabetes menyebabkan bau amis.

Zat kimia di urin

Komposisi kimia urin diketahui dengan pemeriksaan kimia. Untuk keperluan ini, staf laboratorium menggunakan strip-strip reagan yang berisi bahan kimia tertentu. Ketika strip dicelupkan ke dalam urin, strip akan menyerap urin dan reaksi kimia akan mengubah warnanya dalam hitungan detik atau menit. Staf laboratorium atau komputer akan membandingkan perubahan warna pada setiap reaksi dengan bagan warna masing-masing strip penguji untuk menentukan hasil tes. Jenis dan tingkat perubahan warna memberikan jenis dan kadar zat-zat kimia tertentu yang hadir di urin.
Kandungan urin yang dapat diketahui dengan pemeriksaan kimia antara lain:
  1. Kepekatan. Kepekatan urin (disebut juga osmolalitas atau specific gravity) dapat dihitung dengan berat jenisnya. Berat jenis adalah perbandingan berat urin dengan air murni dalam volume yang sama. Semakin banyak bahan padat dalam urin, semakin tinggi berat jenis urin. Ketika Anda minum banyak cairan, ginjal akan membuat urin yang encer sehingga berat jenisnya rendah. Bila Anda tidak minum cukup cairan, ginjal Anda membuat urin yang pekat sehingga berat jenisnya tinggi. Mengetahui kepekatan urin membantu penyedia layanan kesehatan memutuskan apakah sampel urin yang mereka dapatkan adalah yang terbaik untuk mendeteksi zat tertentu. Misalnya, jika mereka mencari jumlah protein yang sangat kecil di urin, sampel urin yang pekat di pagi hari adalah yang terbaik.
  2. Keasaman. Ginjal berperan penting dalam menjaga keseimbangan asam-basa tubuh. Oleh karena itu, kondisi apapun yang menghasilkan asam atau basa dalam tubuh atau konsumsi makanan yang bersifat asam atau basa, secara langsung dapat memengaruhi pH urin. Keasaman diukur dengan pH.  Urin bersifat asam jika pH-nya kurang dari 7, bersifat basa jika pH-nya lebih dari 7. Urin yang bersifat asam berkaitan dengan risiko penyakit asam urat dan batu ginjal. Sebagian besar penyakit degeneratif berkaitan dengan defisiensi mineral yang menyebabkan cairan tubuh, termasuk urin, menjadi lebih asam. Diet dapat digunakan untuk mengendalikan pH urin. Diet tinggi protein akan membuat urin lebih asam. Diet vegetarian, diet rendah karbohidrat, atau konsumsi buah akan membuat urin lebih basa.
  3. Protein. Protein biasanya tidak ditemukan dalam urin. Demam, olahraga keras, kehamilan, dan beberapa penyakit dapat menyebabkan protein berada dalam urin. Kondisi di mana terdapat protein di dalam urin disebut proteinuria. Albumin adalah jenis protein yang lebih kecil dari protein lainnnya dan keberadaannya dalam urin mengindikasikan tahap awal kerusakan ginjal. Keberadaan albumin dalam urin disebut albuminuria. Kondisi lain yang dapat menyebabkan proteinuria adalah gangguan yang meningkatkan protein dalam darah, seperti multiple myeloma, kerusakan sel-sel darah merah, peradangan, keganasan (kanker), atau cedera pada saluran kemih.
  4. Glukosa. Glukosa adalah jenis gula yang ditemukan dalam darah. Biasanya glukosa sangat sedikit atau tidak ada dalam urin. Ketika tingkat gula darah sangat tinggi– seperti pada diabetes yang tidak terkontrol– ginjal mengekskresikan glukosa ke dalam urin untuk mengurangi konsentrasinya di darah. Keberadaan glukosa dalam urin, yang disebut glukosuria, juga dapat disebabkan oleh gangguan hormonal, penyakit hati, obat-obatan, dan kehamilan. Ketika terjadi glukosuria, tes lain seperti tes glukosa darah biasanya dilakukan untuk mengidentifikasi penyebab yang lebih spesifik.
  5. Keton. Bila karbohidrat tidak tersedia, tubuh memetabolisme lemak untuk mendapatkan energi yang dibutuhkan. Pemecahan lemak untuk energi menghasilkan zat limbah yang disebut keton. Keton biasanya tidak ditemukan dalam urin. Sejumlah besar keton dalam urin dapat menunjukkan kondisi sangat serius yang disebut ketoasidosis diabetik. Diet rendah gula dan karbohidrat, kelaparan, atau muntah parah juga dapat menyebabkan keton berada di urin (ketonuria).
  6. Nitrit. Bakteri yang menyebabkan infeksi saluran kemih (ISK) membuat enzim yang mengubah nitrat menjadi nitrit. Nitrit dalam urin menunjukkan adanya infeksi saluran kemih (ISK).
  7. Esterase leukosit. Esterase leukosit adalah enzim yang ditemukan dalam sel-sel darah putih. Kehadiran esterase leukosit di urin merupakan pertanda peradangan, yang umumnya disebabkan oleh infeksi saluran kemih.

Zat mikroskopik di urin

Kandungan zat-zat mikroskopik dalam urin dapat dilihat melalui mikroskop. Pemeriksaan ini biasanya dilakukan sebagai tindak lanjut temuan abnormal pada pemeriksaan fisik atau kimia. Sebelum diperiksa di bawah mikroskop, urin diproses sentrifugasi untuk memisahkan komponen cairan dan padatannya. Zat-zat padat di dalamnya akan mengendap di bagian bawah tabung. Cairan di bagian atas tabung kemudian dibuang dan sedimen yang tersisa diperiksa di bawah mikroskop. Sel, kristal, dan zat lainnya dihitung dan dilaporkan secara agregat dan spesifik masing-masing.
Kandungan urin yang dapat diperiksa dengan analisis mikroskopik antara lain:
  1. Sel darah merah (eritrosit). Biasanya, sel darah merah hanya sedikit hadir dalam urin. Peradangan, cedera, atau penyakit di ginjal atau di tempat lain di saluran kemih dapat menyebabkan sel darah merah bocor dari pembuluh darah ke dalam urin. Sel darah merah juga bisa merupakan kontaminan karena koleksi sampel yang tidak benar sehingga tercampur darah dari wasir atau menstruasi. Kadang-kadang, tes kimia darah dalam urin negatif tetapi pengujian mikroskopis menunjukkan peningkatan jumlah sel darah merah. Bila hal ini terjadi, staf laboratorium akan menguji kandungan asam askorbat (vitamin C) di urin karena vitamin C dapat menyebabkan hasil tes menjadi rendah atau negatif palsu.
  2. Sel darah putih (leukosit). Jumlah leukosit dalam urin biasanya rendah. Jumlahnya yang tinggi dapat menunjukkan infeksi atau peradangan di saluran kemih. Leukosit juga bisa menjadi kontaminan, misalnya dari sekresi vagina.
  3. Sel epitel. Sel-sel epitel dari kandung kemih atau uretra dapat ditemukan dalam urin. Sel-sel dari ginjal kurang umum. Ketika saluran kemih bermasalah karena infeksi, peradangan, dan keganasan, sel-sel epitel lebih banyak hadir di urin. Jenis sel epitel menunjukkan secara tepat di mana kondisinya berada.
  4. Mikroorganisme. Saluran kemih seharusnya steril sehingga tidak akan ada mikroorganisme dalam urin. Kehadiran bakteri di urin menandakan infeksi. Bakteri dapat memasuki saluran kemih melalui uretra dan naik ke kandung kemih, menyebabkan infeksi saluran kemih (ISK). Jika infeksi tidak diobati, pada akhirnya infeksi dapat bergerak ke ginjal dan menyebabkan pielonefritis. Kurang sering, bakteri dari infeksi darah (septikemia) dapat pindah ke saluran kemih. Bakteri juga dapat merupakan kontaminan, terutama pada wanita, di mana bakteri yang biasanya hidup di kulit atau di cairan vagina mengontaminasi urin. Jamur juga dapat hadir dalam urin, terutama pada wanita yang memiliki infeksi jamur vagina. Jika jamur teramati dalam urin, maka tes untuk infeksi jamur dapat dilakukan pada cairan vagina.
  5. Kristal. Urin mengandung banyak bahan limbah dari tubuh. Zat-zat ini dapat membentuk padatan kristal yang tidak beraturan atau seperti jarum. Kristal dianggap normal jika berasal dari zat terlarut yang biasanya ditemukan dalam urin. Beberapa contoh dari kristal yang dapat ditemukan dalam urin orang yang sehat adalah kristal asam urat, kalsium oksalat, kalsium karbonat, dll. Jika kristal berasal dari zat yang seharusnya tidak ada dalam urin, seperti kristal sistin dan tirosin, maka dapat mengindikasikan masalah metabolisme. Obat-obatan dan pewarna kontras sinar-x- juga dapat mengkristal di dalam urin.
  6. Bilirubin. Bilirubin adalah produk limbah dari sel darah merah yang dibuang dari peredaran oleh hati. Zat ini menjadi bagian dari cairan empedu yang disekresikan ke usus untuk membantu pencernaan makanan. Bilirubin tidak hadir dalam urin normal. Pada penyakit tertentu, seperti obstruksi bilier atau hepatitis, bilirubin bocor kembali ke aliran darah dan diekskresikan ke urin. Kehadiran bilirubin dalam urin merupakan indikator awal penyakit hati (liver).
  7. Urobilinogen. Urobilinogen biasanya hadir dalam urin dalam konsentrasi rendah. Zat ini terbentuk di dalam usus dari bilirubin dan sebagian diserap kembali ke dalam aliran darah. Konsentrasi tinggi urobilinogen di urin mengindikasikan penyakit seperti hepatitis, sirosis hati dan anemia hemolitik.

Catatan untuk Anda

Hasil pemeriksaan urin dapat memiliki banyak interpretasi. Temuan abnormal mengindikasikan ada sesuatu yang salah dan perlu dievaluasi lebih lanjut. Semakin besar deviasi dari normal, semakin besar kemungkinan adanya masalah. Namun, hasil normal tidak menjamin bahwa tidak ada penyakit. Beberapa orang tidak memberikan kondisi abnormal dalam tes urin di awal proses penyakit, dan  yang lainnya memberikan kondisi abnormal secara sporadis sepanjang hari sehingga tidak terdeteksi oleh sampel urin tunggal. Selain itu, bila urin sangat encer maka bahan kimia dalam jumlah kecil mungkin tidak terdeteksi. Dokter Anda harus menganalisis hasil tes urin dengan gejala dan temuan klinis lain untuk menegakkan diagnosis.

Sumber : http://majalahkesehatan.com/bagaimana-memahami-hasil-tes-urin-anda/

Tips Sehat Bersepeda Motor



Sietem Respirasi


Narkoba

Pengertian Narkoba.

Narkoba merupakan singkatan dari Narkotika dan zat/bahan berbahaya. Istilah lain yang dikeluarkan Departemen Kesehatan adalah NAPZA atau Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif. Narkoba atau Narkotika sama-sama merujuk kepada kelompok obat-obatan dalam dosis tertentu yang biasa digunakan dalam membius pasien yang akan doperasi. Namun persepsi masyarakat mengenai Narkoba atau Napza cenderung kepada obat-obatan yang digunakan dalam dosis berlebih.
Menurut UU No.22 Tahun 1997 pasal 1 (1) disebutkan : Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan, yang dibedakan ke dalam golongan-golongan sebagaimana terlampir dalam Undang-undang ini atau yang kemudian ditetapkan dengan Keputusan Menteri Kesehatan.
Menurut UU no.5Tahun 1997 disebutkan : Psikotropika adalah zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan prilaku.
Bahan adiktif lainnya adalah “zat atau bahan lain bukan narkotika dan psikotropika yang berpengaruh pada kerja otak dan dapat menimbulkan ketergantungan”.

  Jenis dan Efek Samping



Jenis Narkotika
OPIOID (OPIAD)
Opioid atau Opiad berasal dari kata opium yang merupakan jus dari bunga opium (papaver semivernum). Opioid juga digunakan untuk opiat, yaitu suatu preparat atau derivat dari opium dan narkotik sintetik yang kerjanya menyerupai opiat tetapi tidak didapatkan dari opium. opiat alami lain atau opiat yang disintesis dari opiat alami adalah heroin (diacethylmorphine), kodein (3-methoxymorphine), dan hydromorphone (Dilaudid).
Efek samping dari opioid adalah :
      • Perasaan senang dan bahagia
      • Acuh tak acuh (apati)
      • Malas bergerak
      • Mengantuk
      • Rasa mual
      • Pupil mata mengecil (melebar jika overdosis)
      • Gangguan perhatian/daya ingat
      • Mengalami pelambatan dan kekacauan pada saat berbicara
      • Kerusakan penglihatan pada malam hari
      • Mengalami kerusakan pada liver dan ginjal
      • Peningkatan resiko terkena virus HIV dan hepatitis dan penyakit infeksi lainnya melalui jarum Suntik dan penurunan hasrat dalam hubungan sex
      • Kebingungan dalam identitas seksual
      • Kematian karena overdosis.

            GEJALA INTOKSITASI (KERACUNAN) OPIOID :
Konstraksi pupil ( atau dilatasi pupil karena anoksia akibat overdosis berat ) dan satu ( atau lebih ) tanda berikut, yang berkembang selama , atau segera setelah pemakaian opioid, yaitu mengantuk atau koma bicara cadel ,gangguan atensi atau daya ingat.
Perilaku maladaptif atau perubahan psikologis yang bermakna secara klinis misalnya: euforia awal diikuti oleh apatis, disforia, agitasi atau retardasi psikomotor, gangguan pertimbangaan, atau gangguan fungsi sosial atau pekerjaan ) yang berkembang selama, atau segera setelah pemakaian opioid.
 GEJALA PUTUS OBAT :
Gejala putus obat dimulai dalam enam sampai delapan jam setelah dosis terakhir. Biasanya setelah suatu periode satu sampai dua minggu pemakaian kontinu atau pemberian antagonis narkotik.
Sindroma putus obat mencapai puncak intensitasnya selama hari kedua atau ketiga dan menghilang selama 7 sampai 10 hari setelahnya. Tetapi beberapa gejala mungkin menetap selama enam bulan atau lebih lama.
GEJALA PUTUS OBAT DARI KETERGANTUNGAN OPIOID ADALAH :
Kram otot parah dan nyeri tulang, diare berat, kram perut, rinorea lakrimasipiloereksi, menguap, demam, dilatasi pupil, hipertensi takikardia disregulasi temperatur, termasuk pipotermia dan hipertermia.
Seseorang dengan ketergantungan opioid jarang meninggal akibat putus opioid, kecuali orang tersebut memiliki penyakit fisik dasar yang parah, seperti penyakit jantung.
Gejala residual seperti insomnia, bradikardia, disregulasi temperatur, dan kecanduan opiat mungkin menetap selama sebulan setelah putus zat. Pada tiap waktu selama sindroma abstinensi, suatu suntikan tunggal morfin atau heroin menghilangkan semua gejala. Gejala penyerta putus opioid adalah kegelisahan, iritabilitas, depresi, tremor, kelemahan, mual, dan muntah. Opioid Merupakan golongan Narkotika alami yang sering digunakan dengan cara dihisap (inhalasi).

  Turunan OPIOID (OPIAD) yang sering disalahgunakan adalah :
  •  
Candu

Getah tanaman Papaver Somniferum didapat dengan menyadap (menggores) buah yang hendak masak. Getah yang keluar berwarna putih dan dinamai "Lates". Getah ini dibiarkan mengering pada permukaan buah sehingga berwarna coklat kehitaman dan sesudah diolah akan menjadi suatu adonan yang menyerupai aspal lunak. Inilah yang dinamakan candu mentah atau candu kasar. Candu kasar mengandung bermacam-macam zat-zat aktif yang sering disalahgunakan. Candu masak warnanya coklat tua atau coklat kehitaman. Diperjual belikan dalam kemasan kotak kaleng dengan berbagai macam cap, antara lain ular, tengkorak,burung elang, bola dunia, cap 999, cap anjing, dsb. Pemakaiannya dengan cara dihisap.

Morfin


Morfin adalah hasil olahan dari opium/candu mentah. Morfin merupaakan alkaloida utama dari opium ( C17H19NO3 ) . Morfin rasanya pahit, berbentuk tepung halus berwarna putih atau dalam bentuk cairan berwarna. Pemakaiannya dengan cara dihisap dan disuntikkan.Cara pemakaiannya disuntik di bawah kulit, ke dalam otot atau pembuluh darah
(intravena) ditabur pada luka


Heroin ( putaw )

Heroin mempunyai kekuatan yang dua kali lebih kuat dari morfin dan merupakan jenis opiat yang paling sering disalahgunakan orang di Indonesia pada akhir - akhir ini . Heroin, yang secara farmakologis mirip dengan morfin menyebabkan orang menjadi mengantuk dan perubahan mood yang tidak menentu. Walaupun pembuatan, penjualan dan pemilikan heroin adalah ilegal, tetapi diusahakan heroin tetap tersedia bagi pasien dengan penyakit kanker terminal karena efek analgesik dan euforik-nya yang baik.Umumnya digunakan dengan cara disuntik atau dihisap.
Dimakan/Dihisap/disuntikkan/ditabur diluka

  •  
Codein

Codein termasuk garam / turunan dari opium / candu. Efek codein lebih lemah daripada heroin, dan potensinya untuk menimbulkan ketergantungaan rendah. Biasanya dijual dalam bentuk pil atau cairan jernih. Cara pemakaiannya ditelan dan disuntikkan.

  •  
Demerol

Nama lain dari Demerol adalah pethidina. Pemakaiannya dapat ditelan atau dengan suntikan. Demerol dijual dalam bentuk pil dan cairan tidak berwarna.

  •  
Methadon

Saat ini Methadone banyak digunakanorang dalam pengobatan ketergantungan opioid. Antagonis opioid telah dibuat untuk mengobati overdosis opioid dan ketergantungan opioid. Sejumlah besar narkotik sintetik (opioid) telah dibuat, termasuk meperidine (Demerol), methadone (Dolphine), pentazocine (Talwin), dan propocyphene (Darvon). Saat ini Methadone banyak digunakan orang dalam pengobatan ketergantungan opioid. Antagonis opioid telah dibuat untuk mengobati overdosis opioid dan ketergantungan opioid. Kelas obat tersebut adalah nalaxone (Narcan), naltrxone (Trexan), nalorphine, levalorphane, dan apomorphine. Sejumlah senyawa dengan aktivitas campuran agonis dan antagonis telah disintesis, dan senyawa tersebut adalah pentazocine, butorphanol (Stadol), dan buprenorphine (Buprenex). Beberapa penelitian telah menemukan bahwa buprenorphine adalah suatu pengobatan yang efektif untuk ketergantungan opioid. Nama popoler jenis opioid : putauw, etep, PT, putih.


  •  
Kokain


Kokain adalah zat yang adiktif yang sering disalahgunakan dan merupakan zat yang sangat berbahaya. Kokain merupakan alkaloid yang didapatkan dari tanaman belukar Erythroxylon coca, yang berasal dari Amerika Selatan, dimana daun dari tanaman belukar ini biasanya dikunyah-kunyah oleh penduduk setempat untuk mendapatkan efek stimulan.
Saat ini Kokain masih digunakan sebagai anestetik lokal, khususnya untuk pembedahan mata, hidung dan tenggorokan, karena efek vasokonstriksifnya juga membantu. Kokain diklasifikasikan sebagai suatu narkotik, bersama dengan morfin dan heroin karena efek adiktif dan efek merugikannya telah dikenali.
Nama lain untuk Kokain : Snow, coke, girl, lady dan crack ( kokain dalam bentuk yang paling murni dan bebas basa untuk mendapatkan efek yang lebih kuat ).
Efek samping yang ditimbulkan antara lain :
  • Agitasi psikomotor/gelisah
  • Euforia/rasa gembira berlebihan
  • Rasa harga diri meningkat
  • Banyak bicara
  • Kewaspadaan meningkat
  • Kejang
  • Pupil (manik mata) melebar
  • Tekanan darah meningkat
  • Berkeringat/rasa dingin
  • Mual/muntah
  • Mudah berkelahi
  • Perdarahan darah otak
  • Penyumbatan pembuluh darah
  • Nystagmus horisontal/mata bergerak tak terkendali
  • Distonia (kekakuan otot leher) 
Pada penggunaan Kokain dosis tinggi gejala intoksikasi dapat terjadi, seperti agitasi iritabilitas gangguan dalam pertimbangan perilaku seksual yang impulsif dan kemungkinan berbahaya agresi peningkatan aktivitas psikomotor Takikardia Hipertensi Midriasis .
Setelah menghentikan pemakaian Kokain atau setelah intoksikasi akut terjadi depresi pascaintoksikasi ( crash ) yang ditandai dengan disforia, anhedonia, kecemasan, iritabilitas, kelelahan, hipersomnolensi, kadang-kadang agitasi.
Pada pemakaian kokain ringan sampai sedang, gejala putus Kokain menghilang dalam 18 jam. Pada pemakaian berat, gejala putus Kokain bisa berlangsung sampai satu minggu, dan mencapai puncaknya pada dua sampai empat hari.
Gejala putus Kokain juga dapat disertai dengan kecenderungan untuk bunuh diri. Orang yang mengalami putus Kokain seringkali berusaha mengobati sendiri gejalanya dengan alkohol, sedatif, hipnotik, atau obat antiensietas seperti diazepam ( Valium ).
Kokain digunakan dengan cara menghirup yaitu membagi setumpuk kokain menjadi beberapa bagian berbaris lurus di atas permukaan kaca dan benda yang mempunyai permukaan datar.

  Jenis – Jenis Psikotropika




  ECSTASY
Rumus kimia XTC adalah 3-4-Methylene-Dioxy-Methil-Amphetamine (MDMA). Senyawa ini ditemukan dan mulai dibuat di penghujung akhir abad lalu. Pada kurun waktu tahun 1950-an, industri militer Amerika Serikat mengalami kegagalan didalam percobaan penggunaan MDMA sebagai serum kebenaran. Setelah periode itu, MDMA dipakai oleh para dokter ahli jiwa. XTC mulai bereaksi setelah 20 sampai 60 menit diminum. Efeknya berlangsung maksimum 1 jam. Seluruh tubuh akan terasa melayang. Kadang-kadang lengan, kaki dan rahang terasa kaku, serta mulut rasanya kering. Pupil mata membesar dan jantung berdegup lebih kencang. Mungkin pula akan timbul rasa mual. Bisa juga pada awalnya timbul kesulitan bernafas (untuk itu diperlukan sedikit udara segar). Jenis reaksi fisik tersebut biasanya tidak terlalu lama. Selebihnya akan timbul perasaan seolah-olah kita menjadi hebat dalam segala hal dan segala perasaan malu menjadi hilang. Kepala terasa kosong, rileks dan "asyik". Dalam keadaan seperti ini, kita merasa membutuhkan teman mengobrol, teman bercermin, dan juga untuk menceritakan hal-hal rahasia. Semua perasaan itu akan berangsur-angsur menghilang dalam waktu 4 sampai 6 jam. Setelah itu kita akan merasa sangat lelah dan tertekan.



  Jenis-Jenis Bahan Berbahaya Lainnya

2.4.1. Minuman Keras



Adalah semua minuman yang mengandung Alkohol tetapi bukan obat.
Minuman keras terbagi dalan 3 golongan yaitu:
- Gol. A berkadar Alkohol 01%-05%
- Gol. B berkadar Alkohol 05%-20%
- Gol. C berkadar Alkohol 20%-50%
Beberapa jenis minuman beralkohol dan kadar yang terkandung di dalamnya :
- Bir,Green Sand 1% - 5%
- Martini, Wine (Anggur) 5% - 20%
- Whisky, Brandy 20% -55%.
Efek samping yang ditimbulkan diantaranya mulut rasanya kering. Pupil mata membesar dan jantung berdegup lebih kencang. Mungkin pula akan timbul rasa mual. Bisa juga pada awalnya timbul kesulitan bernafas (untuk itu diperlukan sedikit udara segar). Jenis reaksi fisik tersebut biasanya tidak terlalu lama. Selebihnya akan timbul perasaan seolah-olah kita menjadi hebat dalam segala hal dan segala perasaan malu menjadi hilang. Kepala terasa kosong, rileks dan "asyik". Dalam keadaan seperti ini, kita merasa membutuhkan teman mengobrol, teman bercermin, dan juga untuk menceritakan hal-hal rahasia. Semua perasaan itu akan berangsur-angsur menghilang dalam waktu 4 sampai 6 jam. Setelah itu kita akan merasa sangat lelah dan tertekan.
Efek yang ditimbulkan setelah mengkonsumsi alkohol dapat dirasakan segera dalam waktu beberapa menit saja, tetapi efeknya berbeda-beda, tergantung dari jumlah / kadar alkohol yang dikonsumsi. Dalam jumlah yang kecil, alkohol menimbulkan perasaan relax, dan pengguna akan lebih mudah mengekspresikan emosi, seperti rasa senang, rasa sedih dan kemarahan.
Bila dikonsumsi lebih banyak lagi, akan muncul efek sebagai berikut : merasa lebih bebas lagi mengekspresikan diri, tanpa ada perasaan terhambat menjadi lebih emosional ( sedih, senang, marah secara berlebihan ) muncul akibat ke fungsi fisik - motorik, yaitu bicara cadel, pandangan menjadi kabur, sempoyongan, inkoordinasi motorik dan bisa sampai tidak sadarkan diri. kemampuan mental mengalami hambatan, yaitu gangguan untuk memusatkan perhatian dan daya ingat terganggu.
Pengguna biasanya merasa dapat mengendalikan diri dan mengontrol tingkahlakunya. Pada kenyataannya mereka tidak mampu mengendalikan diri seperti yang mereka sangka mereka bisa. Oleh sebab itu banyak ditemukan kecelakaan mobil yang disebabkan karena mengendarai mobil dalam keadaan mabuk.
Pemabuk atau pengguna alkohol yang berat dapat terancam masalah kesehatan yang serius seperti radang usus, penyakit liver, dan kerusakan otak. Kadang-kadang alkohol digunakan dengan kombinasi obat - obatan berbahaya lainnya, sehingga efeknya jadi berlipat ganda. Bila ini terjadi, efek keracunan dari penggunaan kombinasi akan lebih buruk lagi dan kemungkinan mengalami over dosis akan lebih besar.




2.4.2. Nikotin




Adalah obat yang bersifat adiktif, sama seperti Kokain dan Heroin. Bentuk nikotin yang paling umum adalah tembakau, yang dihisap dalam bentuk rokok, cerutu, dan pipa. Tembakau juga dapat digunakan sebagai tembakau sedotan dan dikunyah (tembakau tanpa asap).
Walaupun kampanye tentang bahaya merokok sudah menyebutkan betapa berbahayanya merokok bagi kesehatan tetapi pada kenyataannya sampai saat ini masih banyak orang yang terus merokok. Hal ini membuktikan bahwa sifat adiktif dari nikotin adalah sangat kuat.
Secara perilaku, efek stimulasi dari nikotin menyebabkan peningkatan perhatian, belajar, waktu reaksi, dan kemampuan untuk memecahkan maslah. Menghisap rokok meningkatkan mood, menurunkan ketegangan dan menghilangkan perasaan depresif. Pemaparan nikotin dalam jangka pendek meningkatkan aliran darah serebral tanpa mengubah metabolisme oksigen serebtral.
Tetapi pemaparan jangka panjang disertai dengan penurunan aliran darah serebral. Berbeda dengan efek stimulasinya pada sistem saraf pusat, bertindak sebagai relaksan otot skeletal. Komponen psikoaktif dari tembakau adalah nikotin. Nikotin adalah zat kimia yang sangat toksik. Dosis 60 mg pada orang dewasa dapat mematikan, karena paralisis ( kegagalan ) pernafasan.






Produk Makanan Hasil Bioteknologi


Keju
Cara membuat keju :
Bahan                     : 
-          Air susu penuh atau skim milk
-          Na Cl
-          rennet
-          Starter, digunakan streptococcus lactis atau S
-          cremonis
-          Ca Cl2
-          Zat warna
-          Lilin/paraffin

Alat-alat      : 
-          Bak keju
-          Pisau pemotong
-          Alat pengaduk
-          Alat penekan
-          Ruangan kayu dari kayu jati

Tahap dan pengolahan (cheedar cheese)
1.   Susu dipasteurisasi dahulu pada temperature 62-65oc selama 30 menit atau pada suhu 71,1-71,7oc selama 15-20 detik, lalu didinginkan pada suhu 300c.
2.   Masukan ke dalam bak-bak keju dan diantara bak-bak keju dialirkan air panas 45o selama 15 menit. Untuk mempercepat fermentasi oleh asam laktat diberi starter 0,5-1 %, aduk sampai 10 menit dan dibiarkan sampai derajat asam 0,5 % (biasanya tercapai setelah ½ - 1 jam)
3.   Pemberian zat warna dari tumbuh-tumbuhan sebanyak 0,5 – 3 cm larutan zat warna untuk 100 liter susu
4.   Penambahan rennet sebanyak 4,2 ml/liter susu, 40 menit kemudian terjadi coagulasi protein (casein) dan terbentuk tahu keju (curd) untuk mempercepat pembentukannya ditambahkan CaCl2 sebanyak 0,02 %.
      Agar tahu keju tidak tergumpal-bumpal, sebelum rennet ditambahkan harus dilarutkan dahulu ke dalam air dengan perbandingan 40 x pada temperature 85 – 90oF. pada permulaan penambahan rennet, susu diaduk untuk meratakan lemaknya dan rennet ditambahkan sedikit demi sedikit sambil doiaduk pelan-pelan secara konstan dalam beberapa menit setelah itu susu diaduk perlahan-lahan dekat permukaannya untuk mencegah pemecahan cream pengadukan dihentikan segera setelah ada tanda-tanda coagulasi.
5.   Pemotongan tahu keju dengan pisau untuk mengeluarkan cairannya yang disebut whey.
6.   Pemisahan tahu keju dengan whey, dengan cara:
-     disaring dengan kain blacu, whey akan menetes
-     bak keju diberi kran di bawahnya
7.   Penambahan garam 1 ½ - 3 %, sambil tahu keju ditumbuk-tumbuk sehingga whey yang tersedia dapat keluar.
8.   Bahan keju dicetak sambil ditekan ± 3 – 4
9.   Proses pengeringan selama ± 3 – 4 hari
10. Seluruh permukaan dilapisi lilin/paraffin
11. Proses pematang, dalam ruangan yang gelap/sejuk pada suhu 13 – 14oc dan R.H 90 %, selama 2 minggu sampai 6 bulan tergantung dari keju yang dibuat. Makin lama makin baik.       




DONAT
Bahan :
-         500 gram tepung terigu cakra kembar
-         500 gram tepung terigu segitiga biru
-         250 gram mentega
-         250 gram gula halus
-         1 sdt garam
-         1 sdm fermipan
-         1 sdm baking powder
-         4 butir kuning telur
-         2 gelas susu segar
Cara membuat :
1.  Campur terigu cakra, segitiga  biru , baking powder, fermipan,     garam aduk rata. Lubangi tengahnya. Sisihkan.
2.  Kocok telur, gula halus sampai mengembang. Masukkan ke dalam
campuran tepung ( lubang tengah ) sambil diaduk rata. Masukkan     mentega/ margarine, susu sedikit demi sedikit sampai susu habis     sambil diuleni.
3.  Uleni sampai adonan kalis.
4.  Banting - banting sampai adonan halus.
5.  Tutup dengan lap basah, diamkan kurang lebih 30 menit. Kempiskan adonan. Buat bulat-bulat dibentuk donat. Lalu diamkan sampai  mengembang lagi. Goreng sampai kuning kecoklatan.
Nata De Coco
Alat dan Bahan
1. Alat
a. Panci/Langseng dari stenless
b. Pengaduk/sinduk stenless
c. Kompor
d. Timbangan duduk
e. Gelas ukur
f. Baki plastik
g. Koran penutup
h. Karet pengikat
i. Rak untuk Baki Plastik
j. Muk Ukur
k. Kain Kassa/Saringan Halus
2. Bahan
a. Air Kelapa murni
b. Gula Pasir/putih
c. Za/Urea
d. Cuka Biang
e. Bibit Nata De Coco/Sari Kelapa
Cara Membuat
1. Air kelapa mentah di saring, dan dimasukkan ke dalam dandang/panci ukuran 5 liter/20 liter di masak sampai mendidih 100 derajat celcius, setelah mendidih masukkan gula pasir, untuk dandang/panci 5 liter gula 250 gr, za 0,5 gr, cuka biang 50 cc dan untuk dandang 20 liter x 4 dari dandang/panci 5 liter.
2. Air kelapa yang sudah mendidih yang dicampur dengan gula, za, cuka biang masukan ke dalam baki plastik kira 1,2 liter dan harus dipastikan bahwa baki plastik dalam kondisi bersih dan steril dari bakteri.
3. Baki plastik ditutup dengan menggunakan koran dan pastikan koran pun dalam kondisi steril dari bakteri yang akan mengganggu pertumbuhan nata de coco/sari kelapa, koran harus dijemur dipanas matahari.
4. Baki-baki ditutup rapat dan disusun di atas rak baki secara rapi dan ditiriskan sampai dingin untuk diberi bibit nata de coco
5. Pembibitan dilakukan pada pagi hari sekitar jam 5.30-6.30, hasil pembibitan ditutup kembali
6. Baki hasil pembibitan tidak boleh terganggu apapun, tidak digoyang-goyang, bila ingin melihat hasil nata de koko bisa dilihat pada hari ke 3.
7. Baki hasil pembibitan di biarkan selama satu minggu
8. Pada hari ke 7 silakan dibuka.
Panen
Panen nata de coco/sari kelapa dapat dinikmati pada hari ke 7.
Ciri nata de coco yang baik permukaan rata dan halus.
Apabila dari hasil tersebut di permukaannya ada yang berlubang, seperti sisa gunung berapi maka itu dimungkinkan karena baki atau koran yang tidak steril
.

 

 

 

 

 

 

Tape ketan

Bahan:
  • Beras ketan 1000 g
  • Ragi tape 2 butir
  • Daun kayu manis secukupnya
Cara pembuatan:
  1. Beras ketan direndam selama 4 jam.
  2. Daun kayu manis diekstrak dengan menambahkan air, terus disaring.
  3. Selanjutnya beras ketan yang telah direndam, dikukus sampai setengah matang, lalu diangkat.
  4. Ke dalam beras ketan yang telah setengah matang ditambahkan cairan kayu manis sebagai pewarna hijau. Campuran tersebut diaduk di dalam waskom agar warnanya merata.
  5. Campuran itu dikukus kembali sampai matang kira-kira selama 30 menit.
  6. Setelah matang campuran diangkat, lalu didinginkan di atas nyiru, kemudian diberi ragi yang telah dihaluskan terlebih dahulu, diaduk sampai merata.
  7. Campuran dibungkus dengan plastik atau daun pisang secara rapat (biasanya dalam bungkusan tersebut ditambahkan bawang merah dan cabai dengan maksud agar tapenya bisa jadi atau tidak rusak), lalu disimpan selama 2-3 hari (difermentasikan). Sesudah itu, tape siap untuk dikonsumsi.


ONCOM
Bahan :
1 kg bungkil kacang
1/2 kg ampas tahu
1/2 kg ampas tepung kanji (aci)
Ragi oncom
Cara membuat:
1.     Ampas tahu dipres memakai karung terigu supaya airnya keluar. Ampas tepung kanji dan bungkil kacang direndam semalam di air supaya lunak, ceraikan (remas-remas). Taruh di tapisan supaya airnya menetes keluar, kemudian taruh di tetampah, campur dengan ampas tahu yang sudah diceraikan, aduk sampai rata, lalu kukus sampai matang betul kira-kira 1 jam atau lebih.
2.     Tuang ke tetampah lalu biarkan dingin sekali, baru dicetak persegi dengan ukuran 15 cm tebal 2 cm. Taburi seluruhnya dengan ragi oncom lalu diamkan sehari semalam dengan tidak ditutup. Sesudah sehari semalam oncom sudah jadi dan penuh dengan cendawan kuning-kemerahan. Oncom siap dimasak sesuai selera.


Copyright © 2009 ====================== All rights reserved. Theme by Laptop Geek . | Bloggerized by FalconHive .